Belajar dari Pengalaman

Robot Spesialis Penyedot Sampah



Dustbot, Otomatis Deteksi Polusi Udara


SAMPAH merupakan salah satu masalah utama di bumi seiring dengan jumlah manusia yang terus bertambah. Jika tidak ditanggulangi sejak dini, sampah bisa menjadi pemicu berbagai bencana yang nanti dapat merugikan seluruh penghuni bumi.

Menyadari dampak negatif jangka panjang sampah, para peneliti asal Scuola Superiore Sant'Anna, sebuah universitas di Pisa, menelurkan sebuah karya. Dengan bantuan dana dari European Comission, mereka merancang sebuah robot yang mampu mengumpulkan sampah. Dustbot nama robot tersebut.

Dustbot adalah robot pengumpul sampah dari rumah ke rumah. Yang istimewa, Dustbot bisa diperlakukan seperti asisten sampah pribadi. Ia dapat dipanggil kapan saja. Cara memanggilnya? Bisa melalui panggilan telepon maupun pesan singkat.

Robot itu dilengkapi teknologi GPS dan peta digital untuk membantu pergerakan menuju tiap customer yang membutuhkan. Jadi, tidak perlu khawatir ada kasus Dustbot tersesat di tengah jalan.

Sampai di lokasi, Dustbot bisa langsung menjalankan tugas: mengambil sampah. Setelah itu, customer harus memakai monitor touch screen di depan Dustbot.

Konsumen harus memilih, sampah yang dibuang termasuk sampah kaca, plastik, kertas, atau organik. Dengan pemilihan itu, Dustbot dapat memilah dan menentukan langkah yang paling tepat untuk menangani sampah-sampah tersebut. Sebab, tiap jenis sampah tentu punya penanganan berbeda-beda.

Sampah yang diangkut Dustbot akan ditempatkan di ruang dalam tubuh si robot. Total, berat sampah yang mampu diangkut Dustbot dalam sekali jalan adalah 40 kg. Karena menggunakan ruang dalam tubuh untuk mengangkut sampah, tak heran bodi Dustbot didesain agak menggembung.

Dustbot juga mampu mendeteksi polusi udara, berfungsi sebagai vacuum cleaner, dan berperan sebagai pembersih rumah. Benar-benar robot pencinta lingkungan!

"Di masa depan, kami berharap Dustbot menggantikan peran truk-truk pengangkut sampah yang kurang fleksibel menjangkau daerah terpencil," ujar salah seorang penemu Dustbot dari Scuola Superiore Sant'Anna. Kabarnya, Dustbot dirilis di Italia akhir 2009. (kiy/bs)

Dustbot

Muatan sampah maksimum: 40 kg

Sensor: GPS dan sensor anti tabrakan.

Fungsi tambahan:

Pendeteksi polusi - Vacuum cleaner - Pembersih rumah

Dapat difungsikan via jaringan wireless, baik GPS maupun internet.

0 komentar:

Posting Komentar